Hakim Ketua : Khamozaro Waruwu, Terkesan Rumahnya Terbakar saat Tangani Kasus Tindak Pidana Korupsi Di Pengadilan Negeri Medan

banner 468x60

Medan, Sumatra Utara, mnctvano.com,- Sadis rumah milik hakim Pengadilan Negeri Medan, Khamozaro Waruwu terbakar. Dia tengah menangani kasus korupsi proyek jalan Dinas PUPR Sumatera Utara pada Selasa 04 November 2025. Kasus yang ditangani Khamozaro Waruwu melibatkan Topan Ginting, mantan Kadis PUPR. Beruntung Khamozaro Waruwu tidak ada di lokasi kejadian saat rumahnya di lalap si jago merah

Khamozaro Waruwu : saya masih sidang tiba-tiba dihubungi bahwa ada kejadian di rumah saya. Tapi enggak diangkat karena saya lagi sidang. Lalu, dapat informasi jika rumah saya terbakar, ucapnya

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Khamozaro Waruwu dikenal sebagai hakim tindak pidana korupsi Pengadilan Negeri Medan. Dia mendapatkan gelar sebagai Pembina Utama Madya. Golongan ini merupakan salah satu jenjang kepangkatan tertinggi dalam karier hakim di Indonesia.

Dilansir mnctvano.cpm dari website Pengadilan Ngeri Medan, Khamozaro Waruwu sempat menempuh jenjang S-1 di Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Padang pada tahun 1996. Selesai menuntut ilmu di Padang, ia melanjutkan pendidikan tingkat S-2 Ilmu Hukum di Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, Medan pada tahun 2009.

Khamozaro Waruwu diketahui melanjutkan lagi pendidikannya di universitas yang sama. Dia memilih untuk mengambil S-3 Ilmu Hukum di Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara pada Februari 2025.

Khamozaro waruwu mengawali kariernya sebagai staf Pengadilan Tata Usaha Negeri Padang pada tahun 1993 hingga tahun 1994. Dia kemudian melanjutkan kariernya sebagai hakim tingkat pertama pada tahun 2000 hingga 2009 di tiga pengadilan yang berbeda, yakni Pengadilan Negeri Lubuk Basung, Pengadilan Negeri Mandailing Natal, dan Pengadilan Negeri Dumai.

9 Tahun menjalani profesi sebagai hakim tingkat pertama, karier Khamozaro waruwu mula naik. Pada tahun 2012 ia diamanahkan sebagai wakil ketua pengadilan di Pengadilan Negeri Sanggau. Kemudian, masih di pengadilan yang sama, Khamozaro waruwu naik jabatan sebagai ketua pengadilan pada Maret 2014. Namun, pada September 2014, ia pindah ke Pengadilan Negeri Gunung Sitoli.

Khamozaro memulai kembali kariernya sebagai hakim tingkat pertama di Pengadilan Negeri Pekanbaru pada tahun 2016. Kemudian, pada tahun 2018 menempati posisi sebagai ketua pengadilan di Pengadilan Negeri Rantau Prapat dan menjadi wakil ketua pengadilan di Pengadilan Negeri Banyuwangi pada tahun 2021. Kini, ia menjabat sebagai hakim tingkat pertama di Pengadilan Negeri Medan sejak tahun 2022.

Raih Penghargaan Satyalancana Karya Satya. 32 Tahun berkarier di dunia hukum, Khamozaro waruwu berhasil meraih penghargaan Satyalancana Karya Satya. Penghargaan ini diberikan kepada Khamozaro waruwu atas jasanya yang mengabdi pada negara selama puluhan tahun.

Penghargaan Satyalancana Karya Satya sendiri merupakan sebuah apresiasi yang diberikan kepada Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang telah bekerja secara terus-menerus dalam kurun waktu lebih dari 20 tahun. Apresiasi ini diberikan sebagai bentuk penghormatan pada Khamozaro waruwu

Khamozaro waruwu dinilai telah menunjukkan kesetiaan, pengabdian, kecakapan, kejujuran, kedisiplinan, serta prestasi kerja dalam melaksanakan tugasnya sebagai abdi negara dan juga abdi masyarakat. Pemberian penghargaan ini diatur dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2009 tentang Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan.

(Red)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *