TImor Tengah Utara, NTT, mnctvano.com,- Yosef Akoit ( 63) dikenal luas oleh masyarakat Kabupaten Timor Tengah Utara ( TTU) sebagai sosok inspiratif yang tangguh dalam inovasi bertani dan berkebun. Mantan Kepala Kantor Kementrian Agama Kabupaten Timor Tengah Utara ( TTU) sejak tahun 2020 setelah pensiun, lahan seluas 2 hektar disulapnya menjadi area budidaya berbagai komoditas hortikultura dan buah.

Ayah lima orang anak ini membaptis kebun usahanya dengan nama “Taman Hortikultura Oeneke Fafinesu ” yang berlokasi di Jln. Trans Maubesi- Wini Kilometer 5 RT/ RW : 001/002 Dusun Fatutusi, Desa Fafinesu Kecamatan Insana Fafinesu Kabupaten Timor Tengah Utara Provinsi NTT.

Di dalam taman tersebut yang menyerupai ” Firdaus Mini” beragam tananaman hortikultura seperti tomat, cabe, terong, sayur sawi, pitsai dan kangkung. Ada pula tanaman buah berupa jeruk keprok, pepaya dan markisa.

Tanaman dan buah ini demikian Yos diberi pupuk organik ( Bokasi). Kalau tidak sempat maka ia menggunakan cirit sapi yang sudah jadi tanah. Saat ini pihaknya coba menggunakan kohe ayam potong atau ayam petelur.

Suami dari Wadeltrudis Teu menjelaskan, sebagai anak petani sejak kecil sudah dibiasakan untuk mencintai kerja tangan. Sebagai putra sulung anak ketiga tambah Yos, ia mewarisi kurang lebih 8 bidang tanah.
“Saya olah tanah ini dengan semangat kita tanam supaya makan dan jangan lagi keluarkan untuk beli. Selebihnya dijual untuk menambah pundi uang untuk ekonomi keluarga. Sudah lima tahun saya enjoy dengan pekerjaan ini, ” ujar Jebolan IFTK Ledalero ini Selasa ( 9/12/2025).

Soal Strategi pemasaran Yos cermat dalam setiap pemasaran hasil panennya. Dengan membangun jaringan langganan yang secara rutin membeli hasil pertaniannya.
“Pemasaran selama ini aman. Masuk pasar baru sesuai pesanan. Melayani beberapa desa tetangga. Sedangkan pelanggan bisa langsung datang ambil di tempat. Sementara melayani pesanan online bagi keluarga besar Kementrian Agama dan SMP Aurora, ” kata Yos.
Kisah inspiratif yang dilakoni Alumni SMA Seminari Lalian Atambua angkatan 29 ini mengandung pesan penting bagi generasi muda melihat pertanian sebagai peluang karir yang menjanjikan yang layak dijalani.
“Untuk kaum milenial ayo kembali ke desa karena banyak lahan yang belum diolah. Mari kita olah setiap jengkal tanah kita dengan menanam aneka tanaman hortikultura dan buah. Sangat miris tamatan Fakultas Pertanian, Agrobisnis tapi nganggur di rumah atau ojek, ” kata Yos dalam nada prihatin.
Kisah inspiratif Yos sosok rendah hati ini adalah bukti nyata meraup penghasilan dari tanaman hortikultura bukan sekedar mimpi, melainkan kenyataan yang bisa diraih oleh siapa saja yang mau bekerja keras, terus belajar dan tidak pernah menyerah.
(Yuven Fernandez) NTT






