Sikka, NTT, mnctvano.com,- Salah satu kebahagiaan terbesar mengajar di SLB Bhakti Luhur Maumere adalah ketika menyaksikan perubahan positif Peserta Didik Berkebutuhan Khusus ( PDBK) sedikit demi sedikit. Misalnya, ketika anak yang awalnya tidak mau berkomunikasi mulai berani menyapa dan tersenyum.
“Melihat keberhasilan kecil dari PDBK yang sebelumnya sulit memegang pensil dan akhirnya bisa menulis huruf dengan baik. Keberhasilan kecil dari mereka menjadi kebanggaan besar bagi saya, ” ujar Guru Terapis SLB Bhakti Luhur Maumere Suster Maria Yosefina Luruk Klau, ALMA, Selasa ( 9/12/2025).

Bagi jebolan Jurusan Pendidikan Luar Biasa Universitas PGRI Agropura Jember Jawa Timur ini menjadi guru di SLB Bhakti Luhur Maumere menimba pengalaman yang sangat berharga dan penuh makna.

“Saya bertemu dengan anak-anak berkebutuhan khusus yang memiliki karakter unik dan kemampuan berbeda-beda. Dari mereka saya belajar banyak hal tentang kesabaran, ketulusan dan arti perjuangan dalam proses pendidikan, ” ungkap alumni SMA Sinar Pancasila Betun, Kabupaten Malaka ini.

Keluarga Kedua
Suster Fina akrab disapa mengungkapkan PDBK Bhakti Luhur Maumere memiliki ketulusan hati yang luar biasa. Mereka mampu memberi kasih sayang tanpa syarat. Suasana tempat ini membuat saya merasa seperti memiliki keluarga kedua.

“Kerjasama antara guru, tenaga kependidikan dan kepala sekolah sangat baik. Kami saling membantu dalam penyusunan program pembelajaran, terapi dan penanganan khusus sesuai kebutuhan PDBK. Semangat kebersamaan membuat setiap tantangan terasa lebih ringan, ” terang Suster Fina.
Selain itu demikian Suster Fina, lingkungan kerja yang humanis dimana sekolah memberikan ruang khusus untuk berkreasi dalam metode pembelajaran yang kreatif dan menyenangkan.

Tantangan
Berbagai hal suka bersama PDBK juga menyiratkan sejumlah tantangan. Tantangan menghadapi karakter PDBK yang beragam. Setiap peserta didik menurut Suster Fina memiliki kebutuhan khusus yang berbeda. Sehingga dirinya harus menyusun pendekatan pembelajaran yang tepat untuk setiap individu. “Ada kalanya saya merasa kewalahan ketika usaha yang saya lakukan belum membuahkan hasil yang maksimal, ” terang Suster Fina.
Suster Fina juga tak dapat menyembunyikan rasa sedih. Ketika melihat perjuangan orang tua dan kesulitan yang dialami anak-anak. Kadang, perilaku tantrum atau penolakan belajar membuat suasana menjadi sulit dan harus sangat sabar untuk mengendalikan situasi.
“Pekerjaan ini membutuhkan energi besar baik secara fisik maupun mental. Terkadang saya merasa lelah namun saya belajar untuk tetap kuat karena masa depan mereka sangat bergantung pada pendampingan yang tepat, ” tandas Suster Fina.
Di akhir wawancara Suster Fina menegaskan, menjadi guru di SLB Bhakti Luhur Maumere adalah panggilan hati yang penuh kasih dan pengorbanan. Banyak tantangan yang harus dihadapi.

“Kebahagiaan terbesar ketika melihat perkembangan PDBK memberikan kekuatan untuk terus berjuang. Saya bangga dapat menjadi bagian dari perjalanan mereka meraih masa depan yang lebih baik, ” pungkasnya.
(Yuven Fernandez) Sikka NTT






