Pimpinan Badan Gizi Nasional “BGN” Dadan Hindayana Jadi Tersangka Dan Di Giring ke Kejagung

banner 468x60

Mnctvano.com 3/6/2026 Penanganan kasus dugaan penyimpangan dalam program layanan gizi nasional memasuki fase baru setelah penyidik Kejaksaan Agung melakukan penahanan terhadap mantan pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, pada Rabu

Penahanan tersebut menjadi perhatian publik karena terjadi di tengah penyelidikan dugaan praktik jual beli titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang belakangan mencuat di sejumlah daerah.
Istana Angkat Bicara soal Penggeledahan BGNDudung Penjualan Titik SPPG di Daerah Berujung Pemecatan DadanKantor BGN Digeledah Kejagung, Dugaan Mafia Titik SPPG Dibeberapa Daerah
Dari pantauan di lingkungan Kejaksaan Agung, Dadan terlihat mengenakan rompi pink tahanan dan langsung dibawa menuju kendaraan tahanan setelah menjalani proses pemeriksaan.

Dugaan Penyimpangan Program Gizi Jadi Sorotan
Kasus ini bermula dari serangkaian laporan masyarakat yang mengaku menjadi korban penipuan terkait penawaran titik lokasi SPPG. Program tersebut sebelumnya dikenal sebagai bagian dari upaya pemerintah memperluas layanan pemenuhan gizi masyarakat melalui jaringan fasilitas yang tersebar di berbagai wilayah.

Dalam perkembangannya, aparat penegak hukum menemukan indikasi adanya pihak-pihak yang menawarkan akses atau kepemilikan titik SPPG dengan imbalan sejumlah uang. Dugaan tersebut kemudian berkembang menjadi penyelidikan yang melibatkan sejumlah pihak.

Seorang sumber penegak hukum menyebut penyidik tengah mendalami kemungkinan adanya praktik yang dilakukan secara sistematis. “Seluruh alur transaksi dan pihak yang diduga terlibat sedang ditelusuri untuk memastikan konstruksi perkara secara utuh,” ujarnya.

Baca Juga Tak Ingin Terulang, Bapanas Perketat MBG, Faktanya Keracunan Ada Lagi
Korban Muncul di Berbagai Daerah
Temuan awal menunjukkan dugaan penipuan tidak hanya terjadi di satu wilayah. Sejumlah laporan muncul dari berbagai daerah dengan nilai kerugian yang bervariasi.

Di Batam, aparat sebelumnya mengusut transaksi yang diduga berkaitan dengan penjualan titik layanan gizi bernilai ratusan juta rupiah. Sementara di Jawa Barat, puluhan orang mengaku mengalami kerugian hingga miliaran rupiah setelah dijanjikan akses terhadap titik program tersebut.

Kasus serupa juga mencuat di wilayah Nusa Tenggara Barat. Beberapa korban mengaku telah menyerahkan dana dalam jumlah besar setelah diyakinkan bahwa mereka dapat memperoleh hak pengelolaan titik layanan gizi tertentu.

Banyak korban mengaku percaya karena pelaku menampilkan dokumen, foto, hingga narasi yang seolah menunjukkan kedekatan dengan pejabat atau pihak internal lembaga terkait.

Dugaan Jaringan Terorganisir
Hasil penelusuran internal yang dilakukan sebelumnya mengarah pada dugaan adanya kelompok yang bekerja secara terstruktur. Modus yang digunakan dinilai memiliki pola yang sama di berbagai daerah, mulai dari pendekatan kepada calon korban hingga penggunaan identitas atau relasi tertentu untuk membangun kepercayaan.

Pengamat kebijakan publik menilai kasus ini menjadi pengingat pentingnya pengawasan terhadap program-program strategis yang melibatkan anggaran besar dan kepentingan masyarakat luas.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *