Musi Rawas, Sumatera Selatan, mnctvano.com,- Kekecewaan mendalam dirasakan warga di Kecamatan TPK terkait proses perekrutan karyawan pekerja Dapur Rumah Makan Bergizi Gratis (MBG) yang berlokasi di Desa Simpang Gegas Temuan. Program yang seharusnya membawa manfaat sosial dan membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar justru memicu polemik akibat dugaan kuat praktik perekrutan yang tidak transparan.
Sejumlah warga menilai proses penerimaan tenaga kerja terkesan tertutup dan hanya menguntungkan kelompok tertentu. Informasi yang beredar di tengah masyarakat menyebutkan bahwa kesempatan bekerja lebih banyak diberikan kepada keluarga dan kerabat dekat pihak tertentu, sementara warga lain yang memiliki kemampuan dan pengalaman justru tidak mendapat peluang yang sama.
“Kalau bukan keluarga, jangan harap bisa diterima. Perekrutan karyawan ini sudah seperti ajang keluarga, bukan untuk masyarakat umum,” ungkap salah satu warga Kecamatan TPK dengan nada kecewa.
Warga mempertanyakan komitmen pengelola Dapur MBG yang sejak awal digadang-gadang sebagai program sosial berbasis pemerataan. Alih-alih menjadi solusi ekonomi bagi masyarakat sekitar, dapur MBG justru dinilai menimbulkan kecemburuan sosial karena proses seleksi yang tidak terbuka dan tanpa pengumuman resmi.
Lebih lanjut, warga juga mempertanyakan kelayakan keberadaan dapur MBG di wilayah mereka jika pelaksanaannya tidak melibatkan masyarakat setempat secara adil. Bahkan muncul wacana di kalangan warga agar program tersebut lebih baik dialihkan ke desa atau kecamatan lain yang siap menjalankan prinsip keterbukaan dan keadilan sosial.
“Kalau sistemnya seperti ini, lebih baik dapur MBG ditempatkan di desa atau kecamatan lain saja. Kami merasa hanya jadi penonton di daerah sendiri,” ujar warga lainnya.
Minimnya sosialisasi, tidak adanya papan pengumuman lowongan kerja, serta absennya mekanisme seleksi yang jelas semakin menguatkan dugaan bahwa perekrutan karyawan tidak dilakukan secara profesional. Kondisi ini dikhawatirkan dapat merusak kepercayaan masyarakat terhadap program-program sosial yang seharusnya berpihak pada rakyat kecil.
Warga berharap pihak terkait, baik pengelola maupun instansi berwenang, segera turun tangan melakukan evaluasi menyeluruh. Transparansi, keterbukaan informasi, serta keadilan dalam perekrutan dinilai mutlak diperlukan agar tujuan mulia program Rumah Makan Bergizi Gratis benar-benar dirasakan oleh masyarakat luas, bukan hanya segelintir pihak.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi resmi dari pengelola Dapur MBG terkait tudingan tersebut. Masyarakat Kecamatan TPK puna menanti langkah tegas dan solusi konkret demi mengembalikan kepercayaan publik.
Heri











