Nias, Sumatra Utara, mnctvano.com,- Tokoh Muda Nias Jakarta, Juli E. Restu War, mendesak pemerintah pusat dan pemerintah daerah untuk segera membangun jembatan permanen di Sungai Ya’a, Desa Lasara Siwalubanua, Kecamatan Ma’u, Kabupaten Nias, Sumatera Utara.

Desakan tersebut disampaikan setelah melihat kondisi akses penyeberangan yang setiap hari digunakan puluhan pelajar dan masyarakat dengan risiko keselamatan yang sangat tinggi.
Menurut Juli E. Restu War, kondisi tersebut tidak boleh terus dibiarkan karena menyangkut keselamatan generasi muda yang sedang menempuh pendidikan. Setiap hari para siswa SMP Negeri 1 Ma’u dan SMK Negeri 1 Ma’u harus melewati jalur alternatif yang terhubung dengan Sungai Ya’a untuk mengikuti proses belajar mengajar.
“Negara tidak boleh menutup mata terhadap kondisi ini. Anak-anak sekolah tidak boleh dipaksa mempertaruhkan nyawa mereka setiap hari hanya untuk mendapatkan hak pendidikan. Pembangunan jembatan di Sungai Ya’a bukan lagi sekadar kebutuhan, melainkan sudah menjadi kebutuhan yang sangat mendesak dan harus segera direalisasikan,” tegas Juli E. Restu War.
Pernyataan tersebut diperkuat oleh Kepala Desa Lasara Siwalubanua, Yanuari Waruwu, saat diwawancarai media ini di kantornya, Kamis (11/06/2026).
Ia menjelaskan bahwa sungai tersebut menjadi jalur utama yang dilalui para pelajar dan masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
“Kami sangat membutuhkan jembatan di Sungai Ya’a ini. Setiap hari anak-anak sekolah dan masyarakat melintasi sungai tersebut. Saat hujan deras turun, debit air meningkat drastis dan sangat membahayakan keselamatan warga yang melintas,” ujar Yanuari Waruwu.
Juli E. Restu War menilai bahwa kondisi tersebut merupakan persoalan kemanusiaan yang membutuhkan perhatian serius dari pemerintah. Ia menegaskan bahwa akses pendidikan yang aman merupakan hak dasar warga negara yang harus dijamin melalui pembangunan infrastruktur yang memadai.
Ia juga meminta Pemerintah Republik Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka untuk memberikan perhatian khusus terhadap aspirasi masyarakat Desa Lasara Siwalubanua melalui program pembangunan nasional yang berpihak pada kebutuhan masyarakat di daerah.
“Jangan sampai kita menunggu jatuhnya korban baru kemudian bertindak. Pemerintah harus hadir sebelum terjadi musibah. Keselamatan anak-anak sekolah harus menjadi prioritas utama. Pembangunan jembatan ini adalah bentuk nyata kehadiran negara dalam melindungi rakyatnya,” tegasnya.
Harapan yang sama juga disampaikan para orang tua siswa. Mereka mengaku selama ini selalu dihantui rasa cemas ketika anak-anak mereka berangkat dan pulang sekolah, terutama saat musim hujan dan debit air sungai meningkat.
Sementara itu, para siswa yang ditemui di lokasi berharap suara mereka dapat sampai kepada pemerintah. Mereka menginginkan sebuah jembatan yang aman dan layak agar dapat bersekolah tanpa rasa takut ketika musim penghujan tiba.
Juli E. Restu War menegaskan bahwa pembangunan Jembatan Sungai Ya’a bukan hanya soal pembangunan fisik semata, tetapi merupakan investasi strategis untuk melindungi generasi penerus bangsa dan menjamin keberlangsungan pendidikan di wilayah Kecamatan Ma’u.
“Keselamatan anak-anak Nias tidak boleh ditunda. Sudah saatnya pemerintah mengambil langkah konkret dan segera merealisasikan pembangunan jembatan yang selama ini menjadi harapan masyarakat Desa Lasara Siwalubanua,” tutupnya.
(Damianus Waruwu)











