Banyuwangi, Jawa Timur, mnctvano.com,- Menjelang pelaksanaan malam bersholawat bersama Info Warga Banyuwangi (IWB) bertema “Dengan Doa Bersama untuk Banyuwangi Bersih dari Korupsi”, suasana religius dan semangat gotong royong mulai terasa di Dusun Polean, Desa Tamansari, Kecamatan Tegalsari, Kabupaten Banyuwangi, Sabtu (16/5/2026).
Seluruh elemen masyarakat di dusun tersebut disebut telah siap 100 persen menyambut jamaah dan tamu undangan yang diperkirakan hadir dari berbagai wilayah Banyuwangi. Persiapan mulai dari panggung utama, penerangan, akses masuk, hingga area parkir jamaah telah rampung dikerjakan oleh panitia bersama warga setempat.
Tak hanya itu, koordinasi pengamanan juga dilakukan secara intensif dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari Polsek Tegalsari, Koramil Tegalsari, Banser, hingga Linmas Desa Tamansari. Sejumlah personel nantinya akan ditempatkan di titik-titik strategis guna memastikan kegiatan berjalan aman, tertib, dan kondusif.
Kegiatan bersholawat tersebut tidak hanya menjadi ajang mempererat ukhuwah Islamiyah dan silaturahmi antar warga, namun juga membawa pesan moral dan sosial bagi masyarakat Banyuwangi di tengah berbagai persoalan yang berkembang saat ini.
Ketua Info Warga Banyuwangi (IWB), Abi Arbain, yang juga merupakan bagian dari keluarga besar Yayasan Al Muhlisin, menegaskan bahwa kegiatan ini lahir dari semangat kecintaan kepada Baginda Nabi Muhammad SAW serta bentuk kepedulian terhadap masa depan Banyuwangi.
“Acara ini merupakan bentuk cinta kami kepada Baginda Nabi Muhammad SAW. Sholawat bukan hanya lantunan pujian, tetapi juga jalan untuk mengetuk hati umat agar kembali mengedepankan kejujuran, persaudaraan, dan kepedulian terhadap sesama,” ujar Abi Arbain.
Menurutnya, momentum doa bersama tersebut sengaja diangkat dengan tema Banyuwangi bersih dari korupsi karena masyarakat saat ini menginginkan perubahan yang nyata, terutama dalam hal pemerintahan yang bersih dan berpihak kepada rakyat kecil.
“Korupsi itu bukan hanya merugikan negara, tetapi juga menyakiti rakyat. Ketika anggaran disalahgunakan, maka pembangunan terganggu, kesejahteraan masyarakat terhambat, dan kepercayaan publik menjadi rusak. Karena itu kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama berdoa agar Banyuwangi dipimpin oleh orang-orang yang amanah, jujur, dan takut kepada Allah SWT,” tegasnya.
Abi Arbain juga menyoroti pentingnya menjaga lingkungan hidup Banyuwangi yang selama ini dikenal memiliki kekayaan alam melimpah. Ia menilai kerusakan lingkungan yang terjadi akibat eksploitasi tanpa kontrol dapat berdampak besar bagi kehidupan masyarakat ke depan.
“Kami juga berdoa agar Banyuwangi dijauhkan dari kerusakan lingkungan hidup. Alam ini adalah titipan untuk anak cucu kita. Jangan sampai hutan rusak, sungai tercemar, dan gunung dikeruk tanpa memikirkan dampaknya terhadap masyarakat. Pembangunan harus berjalan, tetapi kelestarian lingkungan juga wajib dijaga,” ungkapnya.
Lebih lanjut Humas IWB Herman Atmaja berharap malam bersholawat tersebut menjadi ruang persatuan bagi seluruh masyarakat tanpa memandang latar belakang organisasi maupun kelompok tertentu.
“Melalui sholawat ini kami ingin mengajak seluruh masyarakat bersatu. Jangan mudah terpecah karena kepentingan sesaat. Banyuwangi membutuhkan persatuan, kepedulian sosial, dan kekuatan doa agar daerah ini tetap damai, religius, serta dijauhkan dari berbagai persoalan yang merugikan masyarakat,” pungkas Herman Atmaja
Antusiasme warga Dusun Polean pun terlihat tinggi. Banyak warga secara sukarela ikut membantu proses persiapan acara, mulai dari penataan lokasi hingga pengaturan kebutuhan jamaah.
“Dengan mengusung semangat doa, persatuan, dan kepedulian sosial, malam bersholawat bersama IWB diprediksi menjadi salah satu kegiatan religius yang mampu menyatukan berbagai lapisan masyarakat dalam harapan bersama untuk Banyuwangi yang lebih bersih, adil, dan bermartabat.” Tutup Humas IWB
Nur Biro











