Stop Jadi Korban! NTB Gercep Bikin Aturan “Maut” Lawan Pinjol & Judi Online.
Mataram, NTB – Gak mau liat warganya terus-terusan jadi korban, Pemerintah Provinsi NTB bersama DPRD NTB resmi ambil langkah berani. Kali ini, mereka lagi ngerancang aturan Ranperda buat nge-blokir pergerakan Judi Online (Judol) dan Pinjaman Online (Pinjol) ilegal yang makin meresahkan.
Dalam acara FGD di Aruna Senggigi, Senin (13/4), terungkap kalau isu ini bukan cuma soal digital, tapi sudah jadi ancaman serius buat ekonomi dan keharmonisan keluarga di NTB.
Kepala Diskominfotik NTB, Ahsanul Khalik (Aka), bilang kalau masalah ini sudah sistemik. Korbannya mulai dari pelaku UMKM sampai anak muda. Dampaknya? Gak main-main: data pribadi disalahgunakan, konflik keluarga makin tinggi, sampai produktivitas yang menurun drastis.
“Ini bukan sekadar isu digital. Ini soal masa depan daerah. Kalau kita gak gercep (gerak cepat) intervensi, kita bisa kena krisis sosial-ekonomi baru,” tegas Aka.
Menariknya, Ranperda ini dinilai sebagai “manuver konstitusional” yang berani. Akademisi Unram, Dr. Muhammad Risnain, menyebut kalau ini bisa jadi regulasi daerah pertama di Indonesia yang spesifik banget ngurusin kejahatan keuangan digital.
Dulu rentenir ada wujudnya, sekarang “hantunya” ada di dalam genggaman tangan (HP). Dampak ngerinya pun nyata: aset melayang tiba-tiba sampai angka perceraian yang melonjak gara-gara judi dan utang.
Biar gak cuma jadi macan kertas, aturan ini bakal fokus ke lima pilar utama:
Regulasi Daerah yang kuat.
Satgas Terpadu (biar penanganannya gak parsial).
Literasi Digital Massal (biar warga makin pinter bedain mana yang legal dan ilegal).
Sistem Pengaduan Efektif.
Intervensi Ekonomi buat warga yang rentan.
Nantinya, Diskominfotik NTB bakal jadi Command Center buat mantau konten negatif, koordinasi pemblokiran, dan nyiapin sistem pengaduan terpadu.
Wakil Ketua Bapemperda DPRD NTB, Azhar, juga setuju banget kalau aturan ini segera disahkan. Tujuannya satu: Biar negara benar-benar hadir melindungi masyarakat dari keresahan yang selama ini dirasakan secara “invisible”.
“Langkah ini bukan cuma soal aturan, tapi cara kita mastiin rakyat aman. Dan kita mulai sekarang!” tutup Aka.
Gimana menurut kalian? Setuju gak kalau NTB jadi pelopor daerah bebas Judol dan Pinjol ilegal?











